Film karya peserta dari Indonesia Adhyatmika (21), berhasil memenangi kompetisi video tahunan Amerika Serikat. Film berjudul Masih Belajar (Democrazy is Yet to Learn), menyingkirkan film dari 700 peserta dari berbagai belahan dunia.

Film ini menjadi finalis untuk wilayah Asia Timur-Pasifik dan akhirnya terpilih sebagai pemenang beserta 5 pemenang dari wilayah dunia lainnya. Demikian keterangan yang diterima okezone, Jumat (25/6/2010).

Menurut salah seorang pendukung film ‘Masih Belajar’, Pandu Ganesha, kompetisi video tahunan ini diselenggarakan oleh Democracy Video Challenge, AS.
“Untuk tahun 2010, peserta dari Indonesia tak kurang dari 70, terbanyak dibanding negara lainnya,” kata Pandu.

Dikatakan Pandu, karena dari tiga tahap penjurian, tahap terakhir yang dipakai adalah voting menggunakan teknologi youtube, maka jelas kemenangan ini adalah kemenangan rakyat Indonesia yang telah berperan-serta dan membantu voting, dan terbukti menghasilkan kemenangan.

“Kemenangan ini sekali lagi membuktikan bahwa orang Indonesia adalah rakyat yang kreatif, hanya tinggal prasarana-nya yang harus lebih dibenahi dan diperhatikan,” kata Pandu.

Pemenang nantinya akan diundang ke Washington DC dan dijadwalkan akan bertemu Hillary Clinton pada Oktober 2010 mendatang, guna ikut serta mempromosikan ide-ide tentang demokrasi.

Dampak dari kemenangan Indonesia ini adalah, orang Amerika akan semakin tahu tentang Indonesia. “Sejauh ini mereka hanya tahu tentang Bali akan tahu bahwa orang Indonesia bisa membuat film yang dianggap baik, dan yang juga penting, karena voting memakai teknologi youtube, membuka mata dunia bahwa rakyat Indonesia rupanya juga sudah melek teknologi IT,” kata Pandu

“Kemenangan ini sekali lagi membuktikan bahwa orang Indonesia adalah rakyat yang kreatif, hanya tinggal prasarana-nya yang harus lebih dibenahi dan diperhatikan,” ujarnya.

Sumber: techno.okezone.com