Pertama, jika tujuan Anda adalah untuk mencari pekerjaan, maka sebaiknya Anda memasukkan biodata (CV) Anda melalui berbagai situs intermediari lowongan pekerjaan. Situs tersebut misalnya http://id.jobsdb.com/id. Di situs tersebut sudah tersedia mekanisme untuk melakukan “link and match” otomatis antara kebutuhan penyedia lowongan kerja (demand) dengan kualifikasi pencari kerja (supply). Tetapi memang tidak melulu mereka yang membutuhkan pekerja akan selalu menggunakan situs intermediari tersebut. Ada juga yang melakukan hunting secara terbuka dengan cara online browsing menggunakan layanan situs pencari semacam Google. Biasanya upaya ini dilakukan untuk mendapatkan kandidat-kandidat calon pekerja yang di luar mainstream. Artinya, mereka berusaha menemukan orang yang bukan “biasa-biasa” saja.

Untuk itu, hal kedua yang perlu Anda lakukan adalah memasang profil data diri, CV dan hasil karya Anda di situs blog. Dengan demikian eksistensi dan keunikan diri Anda akan semakin mudah ditemukan oleh mereka yang membutuhkannya. Jika sudah demikian, jangan lupa untuk selalu rutin meng-update konten blog Anda dengan hal-hal yang relevan terhadap kompetensi / keahlian Anda. Lengkapi blog Anda dengan link ke jejaring sosial Anda seperti Facebook atau Twitter.

Nah hal lain yang kemudian bisa Anda lakukan sebagai tambahan adalah dengan menggunakan layanan jejaring sosial. Layanan jejaring sosial yang khusus terkait dengan profesi (profesionalitas) adalah LinkedIn.com. Situs ini memang memfokuskan diri pada ketersediaan sarana bagi penggunanya untuk berbagi info tentang pengalaman kerja, latar belakang pendidikan dan bertukar CV. Buatlah dan isilah akun Anda di LinkedIn dan kemudian dapat disebarluaskan melalui blog ataupun layanan jejaring sosial yang Anda gunakan untuk memancing atensi mereka yang sedang membutuhkan tenaga kerja.