Foxconn sebagai mitra manufaktur Apple memang tengah menjadi sorotan, mengenailingkungan kerja yang tidak manusiawi pada pekerja China. Menyikapi masalah itu, Apple telah mengumumkan rencana untuk secara khusus mengaudit pabrik-pabrik yang dijalankan oleh Foxconn, perusahaan China yang memproduksi produknya.

Fair Labour Associaton (FLA) telah memulai pemeriksaan di pabrik Faxconn di Shenzen dan juga akan segera memeriksa pabrik di Chengdu. Maka atas permintaan Apple, FLA akan memeriksa fasilitas, mewawancarai pekerja dan memeriksa dokumen untuk memastikan baha prosuder kerja di sana telah tepat diikuti. Pemeriksaan yang dilakukan FLA ini juga berhubungan dengan bergabungnya Appledengan asosiasi itu pada bulan lalu.

Tidak hanya itu, pada musim semi ini FLA juga akan mengaudit pabrik yang dijalankan oleh Quanta dan Pegatron. Apple mengatakan, bahwa ketika audit telah lengkap dan selesai, maka itu akan mencakup lebih dari 90 persen dari tempat produk Apple dirakit.

“Pemeriksaan yang kini sedang berjalan belum pernah terjadi sebelumnya di industri elektronik, baik dalam skala dan ruang lingkup. Kami menghargai FLA dan setuju untuk mengambil langkah yang tidak biasa dari mengidentifikasi pabrik dalam laporan mereka,” kata Chief Executive Apple, Tim Cook dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari Telegraph, Selasa (14/2/2012).

Pengumuman ini datang sepekan setelah dikirimnya petisi ke Apple Store di London, New York, Washington DC, San Fransisco, Sydney dan Bangalore. Petisi itu berisi himbauan pada Apple untuk memperbaiki kondisi pekerja di China.

Terlebih lagi adanya serangkaian artikel di The New York Times, yang menyoroti masalah dengan standarisasi pada pemasok China perusahaan tersebut. Saat itu, surat kabar mengatakan bahwa lebih dari setengah pemasok yang diaudit oleh Apple telah melanggar setidaknya satu bagian dari kode etik perusahaan sejak 2007.

Apple telah memantau pemasoknya sejak 2006, dan menerbitkan rincian laporan tahunan yang ditetapkan sejauh mana pemasok sesuai dengan aturan Apple dalam berbagai hal, termasuk kesehatan, keselamatan, hak-hak pekerja dan dampak terhadap lingkungan.

Meksipun Apple telah berusaha untuk meningkatkan standar di seluruh rantai pasokannya, dengan mulai memantau pemasoknya tapi kritikus ingin perusahaan yang berbasis di California itu berbuat lebih banyak.

Pihak Apple pun tampak menanggapi kritik yang tertuju padanya. Bulan lalu, dalam sebuah email kepada staf Apple yang bocor ke media, Cook mengatakan, “Setiap kesan bahwa kita tidak peduli sudah terbukti salah, dan kesan seperti itu menyerang kita. Seperti yang Anda tahu dari siapapun, tuduhan seperti ini bertentangan dengan nilai-nilai kita.”

Apple bukanlah satu-satunya perusahaan yang bekerjasama dengan Foxconn. Selain Apple, Foxconn juga memproduksi produk untuk Sony, Microsoft, Amazon, Motorola, Dell, IBM, Nokia dan Toshiba.